Tahukah Anda, performance kredit Anda terdata di Bank Indonesia serta dapat diakses oleh pemberi kredit? Untuk mengetahui lebih jauh, mari kita kenali Sistem Informasi Debitur (SID) berikut outputnya yaitu Informasi Debitur Individual (IDI).

Sistem Informasi Debitur (SID) merupakan suatu sistem yang dipergunakan untuk menghimpun dan menyimpan data fasilitas penyediaan dana/pembiayaan yang disampaikan oleh lembaga keuangan (bank/nonbank) secara rutin setiap bulan kepada Bank Indonesia. Data tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan output berupa IDI Historis.  Lihat daftar Lembaga keuangan peserta SID di sini.

IDI Historis mencakup informasi seluruh penyediaan dana/pembiayaan dengan kondisi lancar dan bermasalah mulai dari Rp.1 keatas, serta menampilkan informasi mengenai historis pembayaran yang dilakukan dalam kurun waktu 24 bulan terakhir. Cakupan IDI Historis meliputi antara lain identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyediaan dana/pembiayaan yang diterima, agunan, penjamin, dan kolektibilitas.

Apa guna SID dan IDI?

Bagi lembaga keuangan, IDI Historis yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan antara lain untuk mengetahui kredibilitas (kelayakan) calon penerima fasilitas penyediaan dana (debitur) dan untuk mengetahui calon debitur dimaksud sedang menerima fasilitas penyediaan dana dari lembaga lain atau tidak. Informasi tersebut akan membantu lembaga keuangan dalam mempermudah analisa untuk pemberian kredit/pembiayaan.

Bagi masyarakat, IDI Historis yang diperoleh diharapkan mampu memberikan edukasi positif untuk senantiasa bertanggung jawab terhadap kewajiban kredit yang telah diterimanya, sekaligus untuk membantu melakukan kontrol terhadap kebenaran dan keakuratan data yang disampaikan lembaga keuangan kepada Bank Indonesia.


Permintaan IDI

Masyarakat dapat memperoleh IDI Historis atas nama dirinya sendiri melalui lembaga keuangan peserta SID yang memberikan fasilitas penyediaan dana/pembiayaan kepada masyarakat tersebut.

Selain itu, IDI Historis juga dapat diperoleh melalui Bank Indonesia secara Gratis, tanpa dipungut biaya. Caranya, masyarakat dapat mengunjungi Gerai Info Bank Indonesia, atau Kantor Perwakilan Bank Indonesia setempat.

Permintaan juga dapat disampaikan secara online melalui website Bank Indonesia dengan melengkapi formulir online yang disediakan, setelah mendapat jawaban melalui email, hasil cetaknya dapat diambil di Gerai Info Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia setempat.

Anda dapat mengisi formulir secara online pada tautan di bawah ini

 

Syarat-syarat untuk mengajukan permintaan IDI Historis melalui Bank Indonesia (Gerai Info/Kantor Perwakilan Bank Indonesia):

  • Bagi perorangan:

    Menyerahkan fotokopi identitas diri dengan menunjukkan identitas diri asli antara lain Kartu Tanda Penduduk/KTP atau Kartu Izin Tinggal Sementara/KITAS.
     
  • Bagi badan usaha
  1. Menyerahkan fotokopi identitas badan usaha (akta pendirian perusahaan dan perubahan anggaran dasar terakhir yang memuat susunan dan kewenangan pengurus) dan fotokopi identitas diri (KTP atau KITAS) dari pengurus yang mengajukan permintaan IDI Historis, dengan menunjukkan identitas asli badan usaha dimaksud atau fotokopi identitas badan usaha yang telah dilegalisir, dan identitas asli diri dari pengurus yang mengajukan permintaan IDI Historis.
  2. Permintaan IDI Historis atas nama perusahaan dapat dikuasakan kepada pejabat atau pegawai perusahaan. Penerima kuasa menyerahkan surat kuasa asli, fotokopi identitas badan usaha dan identitas diri pemberi kuasa dan penerima kuasa, dengan menunjukkan identitas asli badan usaha dimaksud atau fotokopi identitas badan usaha yang telah dilegalisir, serta identitas diri asli dari pemberi kuasa dan penerima kuasa.
  3. Dalam hal terdapat perbedaan antara susunan pengurus yang berwenang sesuai anggaran dasar perusahaan dengan data yang terdapat dalam SID, maka permintaan IDI Historis tidak dapat dipenuhi.


Terakhir diubah tanggal 06-01-2014 jam 11:34