Angkutan Pupuk

Angkutan pupuk sempat mencapai masa gemilang, terutama saat kereta api melayani angkutan pupuk dengan PT Pupuk Sriwijaya Palembang. Gerbong yang digunakan pun khusus yaitu jenis DGGW/GGW bercat biru. Namun seiring kelangkaan pupuk dan distribusi dialihkan ke moda transportasi truk, angkutan pupuk pun meredup.

Angkutan pupuk direncanakan akan beroperasi awal tahun 2012, sebagai realisasi kerjasama dengan PT Petrokimia Gresik. PT Petrokimia sepakat mendistribusikan produk pupuknya menggunakan kereta api dengan relasi Indro-Cirebon Prujakan, Indro-Sindanglaut dan Indro-Cigading. Khusus relasi Indro-Cigading memanfaatkan balikan kosongan KA Baja Coil. Adapun sarana gerbong yang digunakan bukan menggunakan gerbong tertutup jenis GGW, melainkan gerbong datar PPCW plus kontainer.


Angkutan Pasir

Angkutan Pasir merupakan salahsatu layanan angkutan barang curah yang ditawarkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Jenis sarana gerbong yang disediakan telah tersedia sesuai kebutuhan, yaitu jenis KKBW, ZZOW dan TTW/YYW dengan kapasitas angkut 30 ton dan 50 ton. Stamformasi rangkaian untuk muatan batubara di Sumatera bisa 40-60 gerbong per KA, dan untuk pasir kuarsa/balas/pasir besi di Jawa bisa 15-20 gerbong per KA.

Dengan daya angkut yang banyak dalam sekali angkut, waktu tempuh yang pasti, keamanan terjamin, juga akses yang mudah karena pengangkutan dekat dengan lokasi tambang dan pembongkaran langsung ke area pabrik maupun kawasan pelabuhan.



KA Batubara Sumatera Selatan

Sumatera Selatan memiliki kandungan batubara luar biasa besarnya. Diperkirakan, tambang batubara di Tanjungenim ini menyimpan 15,6 milyar ton batubara. Artinya, sekalipun penambangannya dimaksimalkan hingga 50 juta ton pertahunnya, batubaranya tidak akan habis ditambang selama 200 tahun. Namun melimpahnya kandungan batu berwarna hitam ini tidak didukung oleh lokasi tambang. Sulit dan jauhnya lokasi penambangan membuat angkutan batubara Sumatera Selatan hanya dapat diangkut dengan kereta api hingga dermaga pelabuhan Kertapati (Palembang) dan Tarahan (Lampung).

Potensi angkutan emas hitam ini menjadi kekuatan pendapatan bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Sumatera Selatan. Kerjasama angkutan batubara yang sudah terjalin yaitu dengan PT Bukit Asam, PT Bara Alam Utama dan PT Semen Baturaja.


KA Batubara Cigading-Bekasi

Inilah satu-satunya KA Batubara di Pulau Jawa. KA Batubara Cigading-Bekasi merupakan penerusan angkutan batubara dari Sumatera Selatan dan Kalimantan. Dari KA Babaranjang, batubara dari Tarahan diseberangkan dengan kapal ke Cigading, Banten. Selanjutnya, muatan batubara diangkut dengan kereta api dari Cigading ke Stasiun Bekasi, Jawa Barat.

Operasional KA Batubara Cigading-Bekasi dimulai dengan kerjasama pengangkutan antara PT AJW (PT Aneka Jasatama Wahana) dengan PT KAI. Tujuannya adalah untuk mensuplai kebutuhan bahan bakar batubara bagi pabrik semen PT Indocement. Kerjasama pengangkutan dimulai pada tahun 1986.


KA BBM Di Sumatera

Angkutan KA BBM di PT KAI Divisi Regional I Sumatera Utara melayani distribusi BBM dari Depo PERTAMINA Labuan menuju dua tempat, yaitu Kisaran sejauh 149 km dan Siantar sejauh 174 km. Stamformasinya masing-masing 15 gerbong ketel jenis KKW untuk distribusi ke Siantar dan 12 gerbong ketel KKW untuk distribusi ke Kisaran. Gerbong yang digunakan gerbong ketel jenis KKW atau KKRU dengan kapasitas muat 30 ton.

Di Divisi Regional PT KAI Divisi Regional III Sumatera Selatan, angkutan KA BBM melayani pengiriman/ distribusi BBM jenis premium, solar dan kerosin (minyak tanah). Ada tiga KA yang dioperasikan melayani distribusi BBM dari Depo PERTAMINA Kertapati ke tiga tempat berbeda. Masing-masing 1 KA melayani Kertapati-Lubuklinggau dengan stamformasi 18 gerbong ketel jenis KKW sejauh 305 kilometer (1 KA), 1 KA melayani Kertapati-Lahat sejauh 190 km (15 gerbong KKW) dan 1 KA lagi melayani Kertapati-Tigagajah sejauh 171 km (16 gerbong KKW). Untuk lokomotif penariknya menggunakan CC201, dan kapasitas muat per gerbong 30 ton.


KA BBM Di Jawa

Berbeda dengan Sumatera, angkutan BBM di Pulau Jawa lebih bervariasi jenis BBM yang diangkut. Selain jenis premium dan solar, masih ada juga muatan kerosin (minyak tanah) dan avtur (bahan bakar untuk pesawat). Kerjasama angkutan BBM antara PT PERTAMINA Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), sebagian besar operasional KA BBM berada di wilayah Daop V Purwokerto, Daop VI Yogyakarta dan Daop VIII Surabaya.

Angkutan BBM di bawah operasional PT KAI Daop V Purwokerto melayani distribusi BBM kedua tempat. Yaitu: distribusi BBM (premium, solar dan kerosin) dari Depo PERTAMINA Maos untuk Tegal, dan pasokan avtur dari Depo PERTAMINA Cilacap untuk Rewulu. Sedangkan di Daop VI Yogyakarta melayani distribusi BBM dari Depo PERTAMINA Rewulu ke Solobalapan dan Madiun. Sedangkan di Daop VIII Surabaya melayani distribusi BBM dari Depo PERTAMINA Benteng untuk pasokan wilayah Malang dan Madiun.



KA Semen Di Sumatera

Angkutan semen di Sumatera yang dilayani dengan kereta api, saat ini hanya ada di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre 2 Sumatera Barat dan Divre 3 Sumatera Selatan. Di Divre 2 Sumatera Barat, angkutan semen memberikan kontribusi utama untuk pendapatan hingga saat ini, sedangkan di Divre 3 Sumatera Selatan menjadi angkutan ketiga dalam kontribusi pendapatan setelah KA Pulp dan KA Batubara.


KA Semen Di Jawa

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, angkutan semen di Daop 5 Purwokerto menunjukkan prospek yang menggembirakan. Tahun 2009, produksi semen yang dihasilkan oleh PT Holcim Indonesia, Tbk mencapai 70.000 ton per hari. Namun baru 700 ton per hari yang terealisir diangkut dari permintaan 2000 ton semen. Dan di tahun 2011, dengan dibukanya rute Karangtalun-Cirebon Prujakan, kapasitas angkut yang dicapai oleh PT Kereta Api Indonesai (Persero) rata-rata berkisar 1200 ton.


Angkutan CPO, PKO dan Lateks

Sumatera Utara merupakan salah satu sentra perkebunan kelapa sawit terbesar termasuk karet yang menghasilkan produk olahan berupa CPO (Crude Palm Oil), PKO (Palm Karnel Oil) dan Lateks. Komoditas tersebut selain dipasok untuk kebutuhan dalam negeri, sebagian juga diekspor ke luar negeri. Potensi CPO yang diproduksi beberapa perusahaan di Sumatera Utara sebesar 3.500.000 ton. Dengan rincian antara lain dari PTPN III (860.000 ton), PTPN IV (1.100.000 ton), Musim Mas (300.000 ton), Smart (180.000 ton), Nubika Jaya (500.000 ton), Lonsum (60.000 ton), dan beberapa perusahaan lainnya (500.000 ton). Sedangkan potensi Lateks mencapai 80.000 ton.

Dengan potensi besar tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan layanan angkutan barang cair. Minyak CPO, PKO dan Lateks dapat diangkut dengan kereta api menggunakan gerbong ketel jenis KKW. Demikian juga dengan biji sawit, bisa diangkut dengan gerbong tertutup jenis TTW. Keunggulan lain yang ditawarkan yaitu proses pengangkutan langsung dari Kebun/Pabrik dengan tersedianya jalur/sepur simpang dan pengiriman ke Belawan langsung ke tempat pembongkarannya di Ujung Baru. Pembongkaran langsung ke tangki penampungan.


KA Peti Kemas Gedebage - Tanjungpriok

Meningkatnya jumlah kendaraan yang keluar-masuk Jakarta, membuat waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama. Meskipun sudah terdapat jalan tol Cipularang yang menghubungkan Jakarta-Bandung namun kemacetan terjadi semakin parah ketika memasuki dalam kota Bandung maupun Jakarta. Pemprov DKI Jakarta pun telah mengatur ketentuan waktu yang diijinkan bagi truk-truk kontainer yang masuk dalam kota. Dalam kondisi demikian, angkutan barang dengan kereta api merupakan solusi kelancaran pengiriman barang dengan waktu tempuh yang pasti. KA Petikemas relasi Gedebage (Bandung)-Tanjungpriok (Jakarta) sejauh 188 km ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam. Tersedia 1 KA dengan stamformasi 12 gerbong PPCW Berat Muat 40 Ton atau menggunakan gerbong PKPKW Berat Muat 45 Ton. Sedangkan lokomotif penariknya menggunakan seri CC201, CC203 atau CC204. Muatan KA Petikemas Gedebage-Pasoso dariBandung membawa kontainer berisi barang yang akan diekspor, dan dari Tanjungpriok mengangkut barang  impor. Muatan barang yang diangkut sebanyak 243 ribu ton pertahun.


KA Antaboga BKE

KA Antaboga merupakan KA petikemas yang melayani angkutan barang dengan relasi Jakartagudang-Surabaya Pasarturi (698 km). Barang-barang yang diangkut KA ini beragam, dari jenis minuman, makanan, biji besi, dan jenis lainnya. Perusahaan ekspedisi yang menyewa KA Petikemas ini adalah PT BKE (Buana Kontainindo Ekspress). Dalam 1 KA rata-rata terdiri dari dari 18 gerbong datar PPCW Berat Muat 40 Ton dan 1 gerbong Kabus (untuk petugas PT KAI yang mengawal) dengan ditarik 1 lokomotif seri CC201. Dalam satu tahun, muatan barang yang diangkut sebanyak 243 ribu ton.


KA Peti Kemas Tanjungpriok - Kalimas

KA Petikemas dari Tanjungpriok Jakarta untuk tujuan Surabaya, semuanya berakhir di Kalimas. Ada 3 KA Petikemas yang beroperasi melayani relasi Tanjungpriok-Kalimas (743 km). Dua KA disewa oleh perusahaan ekspedisi PT JPT (Jatim Petroleum Transport) dengan relasi dari Pasoso-Kalimas, dan 1 KA yang semula disewa PT Cencon, kini disewa oleh PT KA Logistik (anak perusahaan PT KAI) dengan relasi Sungai Lagoa-Kalimas. Stamformasi KA, masing-masing terdiri dari 18 gerbong PPCW Berat Muat 40 Ton yang ditarik lokomotif CC201 atau CC204.


Angkutan KA Parcel

Dinamakan KA Parcel atau KA Cheetah. Nama Cheetah diambil dari nama hewan sejenis kucing yang menjadi hewan tercepat di dunia. Sarana yang digunakan bukanlah gerbong melainkan kereta khusus bagasi (B) berwarna hijau. Satu KA terdiri dari 9 kereta B dan 1 BP (kereta bagasi yang dilengkapi pembangkit untuk penerangan dalam kereta), dengan lokomotif penarik seri CC201, CC203 atau terkadang juga menggunakan CC204.

Hingga saat ini KA Parcel ada dua kelas,yaitu KA Parcel I dan KA Parcel II (ONS). Keunggulan angkutan KA Parcel ini, kereta bagasi yang digunakan memiliki kapasitas muat 20 ton. Waktu tempuhnya pun lebih cepat dibanding dengan KA barang lainnya, atau setara dengan KA penumpang kelas Argo, Eksekutif dan Bisnis. Relasi yang dilayani Jakarta-Surabaya dengan pemberhentian di Stasiun Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarangponcol, Cepu, Bojonegoro dan Babat. Itulah karenanya beberapa perusahaan ekspedisi ada yang menyewa 1-2 kereta bagasi untuk memuat kiriman paket barang. Tiap keretanya juga dikawal petugas masingmasing ekspeditur sehingga keamanan barang lebih terjamin dan mempercepat proses bongkar-muat barang di stasiun antara.


Angkutan BHP

BHP adalah singkatan dari Barang Hantaran Paket. Layanan angkutan BHP dengan kereta api ini berbeda dengan angkutan barang lainnya. Barang Hantaran Paket diangkut menggunakan kereta khusus bagasi (B) yang dirangkaikan dengan KA penumpang regular kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi yang sesuai tujuan pengiriman barang. Angkutan BHP memiliki beberapa keunggulan, antara lain: waktu perjalanan lebih cepat, atau sama dengan KA penumpang kelas Argo, Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi. Perjalanan setiap hari dengan relasi Lintas Utara (Jakarta-Surabaya via Semarang), Lintas Tengah (Jakarta-Surabaya via Purwokerto), Lintas Selatan (Bandung-Surabaya/Malang) dan Lintas Timur (Surabaya-Banyuwangi).



KA Petikemas Baru 

Di tahun 2012, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah jumlah KA angkutan petikemas dengan beberapa relasi untuk melayani permintaan pelanggan (customer). Diantaranya:

  • KA Petikemas Cigading – Pasoso
  • KA Logistik
  • KA Logistik Selatan
  • KA Jakalog Jababeka
  • KA Jakalog CDP-SAO
  • KA Muara Logistik
  • KA Petikemas Gedebage-Merak

Angkutan Pulp

Angkutan barang tak hanya dijalin dengan perusahaan BUMN saja. PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga menawarkan jasa angkutan barang dengan perusahaan swasta untuk pengiriman/distribusi hasil produksinya. Seperti di Divisi Regional III Sumatera Selatan, kereta api ikut berperan dalam angkutan barang pulp (bahan baku kertas) hasil produksi PT Tanjung Enim Lestari (TEL) Pulp & Paper.

Perusahaan yang bergerak di produk bubur kertas sebagai bahan baku pembuatan kertas dan tissue yang berlokasi di Sumatera Selatan ini memiliki gudang dan dermaga sendiri di Tarahan, Lampung Selatan. Untuk kelancaran pengiriman pulp dari pabriknya yang berada di Niru, Muaraenim ke Tarahan untuk ekspor dan pemasaran di dalam negeri, maka pengangkutan dengan kereta api jauh lebih efi sien dalam efi siensi waktu, daya angkut yang besar dan biaya murah.


Angkutan Baja Coil

Angkutan Baja Coil merupakan kerjasama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT. Krakatau Steel. Produk yang diangkut berupa lembaran baja gulung (coil) dari pabriknya di Cilegon hingga ke Kalimas, Surabaya. Peresmian operasional perdana dilakukan 28 Januari 2009 di emplasemen PT Krakatau Steel Cilegon oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono. Pengangkutan Baja Coil dengan kereta api sebenarnya sangat menguntungkan perusahaan itu sendiri karena dirasa lebih cepat. Jika menggunakan truk, perjalanan ditempuh hingga 7 hari perjalanan. Sedangkan jika menggunakan KA, waktu tempuhnya hanya 3 hari. Praktis, PT. Krakatau Steel dapat mendistribusikan komoditinya dengan volume yang jauh lebih banyak daripada sebelumnya. Dengan menggunakan gerbong PPCW sebanyak 16 gerbong, PT Krakatau Steel bisa mengangkut 480 ton baja, yang setara 12 trailer kontainer ukuran 40 ton.


 

Diperbaharui: 10-04-2013



Terakhir diubah tanggal 10-04-2013 jam 15:58