1. Dinamis: disusun berdasarkan prediksi iklim musiman dan tahunan.
  2. Operasional dan spesifik lokasi: didasarkan pada potensi sumberdaya iklim dan air, wilayah rawan bencana (banjir, kekeringan, OPT) tingkat kecamatan.
  3. Terpadu: diintegrasikan dengan rekomendasi teknologi (pupuk, benih, PHT).
  4. Mudah diperbaharui.
  5. Mudah dipahami pengguna: disusun secara spasial dan tabular yang dilengkapi manual cara menggunakan sistem
  6. Informatif: dikomunikasikan dengan sistem informasi website yang dapat diunduh setiap saat.


Terakhir diubah tanggal 30-07-2013 jam 10:24